Kamis, 09 Mei 2013

TUGAS PROPOSAL BAHASA INDONESIA



BAB I PENDAHULUAN
1.1   Latar Belakang
 Sejalan dengan perkembangan transportasi yang ada di Indonesia saat ini, produsen mobil berlomba lomba untuk menciptakan inovasi inovasi untuk mobil yang cocok di Indonesia. Karena adanya tradisi pulang kampong di Indonesia sekarang kendaraan jenis MPV ( Multi Purpose Vehicle ) sangat laku dan sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Toyota pun ikut bersaing dengan produk mereka yaitu Toyota avanza. Selain unggul dengan muat penumpang banyak, Avanza juga dikenal dengan konsumsi bahan bakar yang irit. Selain itu dengan benkel resmi yang tersebar di seluruh Indonesia, perawatan Toyota Avanza relative mudah dan murah. Karena itu disini kita akan menjelaskan mengapa msayarakat Indonesia sangat gemar memilih Toyota Avanza sebagai kendaraan pribadi mereka. Adakah pengaruh kepuasan konsumen terhadap produk dan kinerja dari produsen mobil Toyota
 1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah terdapat pengaruh kualitas pelayanan yang terdiri dari dimensi bukti langsung (tangible), keandalan (reability), daya tangkap (responsiveness), jaminan (assurance), dan empati (emphaty) terhadap tingkat kepuasan konsumen pada produk mobil Toyota Avanza ?
2. Dimensi kualitas pelayanan apa yang paling berpengaruh terhadap kepuasan konsumen pada mobil Toyota Avanza
 1.3 Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh kualitas pelayanan yang terdiri dari dimensi bukti langsung (tangible), keandalan (reability), daya tangkap (responsiveness), jaminan (assurance), dan empati (emphaty) terhadap tingkat kepuasan konsumen pada mobil Toyota Avanza.
2.Untuk mengetahui dimensi kualitas pelayanan apa yang paling berpengaruh terhadap kepuasan konsumen pada mobil Toyota Avanza
1.4 Metode Penelitian
Dalam pembuatan penulisan ini, khususnya untuk memperoleh data dan kesimpulan yang objektif. Dan memenuhi permasalahan yang dibahas, maka penulis melakukan berbagai cara untuk memperoleh data sebagai hasil riset. Namun,Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen terhadap fungsi manajemen pada Toyota yang memasukkan komponen keragaman produk, keputusan tempat atau lokasi, keputusan harga. Apabila yang terjadi lebih kecil dari yang diharapkan maka menunjukkan adanya ketidak puasan konsumen terhadap kinerja Toyota. Dan apabila kenyataan sudah sama dengan harapannya yang menunjukkan adanya kepuasan konsumen akan kinerja Toyota . Serta apabila kenyataannya lebih besar dari signifikansi dari tingakat harapan maka konsumen merasa sangat puas terhadap kinerja Toyota .

BAB II LANDASAN TEORI
 2.1 Teori dasar
Jadi tingkat kepuasan adalah fungsi dari perbedaan kinerja yang dirasakan dengan harapan. Harapan pelanggan dibentuk oleh pengalaman pembeli terdahulu, komentar teman-teman atau kenalannya, serta janji dan informasi pemasar saingannya. Kalau pemasar menaikan harapan pembeli terlalu tinggi, pembeli mungkin kecewa. Di lain pihak, kalau perusahaan menetapkan pembeli terlalu rendah, tidak cukup orang membeli, walaupun yang membeli akan puas. Kepuasan konsumen diciptakan dari tingkat pelayanan yang diberikan produsen kepada konsumen .
 2.2 Penelitian terdahulu
Jurnal 1 Menganalisis kepuasan konsumen terhadap pelayanan konsumen di service centre Toyota Cibubur”
Jurnal 2 Menganalisis kepuasan konsumen terhadap pelayanan konsumen pada service centre Toyota di Bekasi barat
Jurnal 3 Menganalisis kepuasan konsumen terhadap pelayanan konsumen pada service centre Toyota di bekasi timur
BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Objek Penelitian
 Dalam menulis penulisan ilmiah ini penulis mengambil objek tentang pasar swalayan , karena penulis merasa ingin tau seberapa besar tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan yang diberikan oleh swalayan di beberapa daerah. Maka dalam penulisan ini penulis menganalisis hal tersebut dan menjelaskan tingkat kepuasan konsumen.
3.2 Data / Variabel
Data yang digunakan dalam penelitian ini dibagi menjadi dua bagian, antara lain :
a. Data Primer Data yang diperoleh dari perusahaan secara langsung dengan cara observasi dan wawancara langsung dengan pegawai toko dari service centre tersebut tersebut dan penyebaran kuisioner yang diberikan kepada 50 konsumen yang datang service.
b. Data Sekunder Data sekunder didapatkan secara tidak langsung melalui studi pustaka dimana pengambilan data ini dimaksudkan untuk mendapatkan data-data yang mendukung penulisan ini yang tidak diperoleh dari perusahaan.
3.3 Metode Pengumpulan Data / Variabel
Penulis menggunakan tiga cara pengumpulan data yang dibutuhkan untuk penulisan ini :
a.Observasi yaitu mengadakan secara langsung aktivitas kegiatan perusahaan.
 b.Wawancara yaitu dengan cara mendatangkan dan mewawancarai langsung pihak perusahaan yang bersangkutan. c.Kuisioner yaitu data yang didapat berdasarkan dari sebaran daftar pertanyaan yang diberikan kepada 50 responden, yaitu para konsumen yang melakukan service
3.4 Hipotesis
Ho : Konsumen merasa tidak puas terhadap pelayanan yang diberikan supermarket.
Ha : Konsumen merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan supermarket.
3.5 Alat Analisis
Yang Digunakan Adapun cara yang penulis gunakan untuk menganalsis data yaitu dengan menggunakan Skala Likert dan Metode Chi Square.

3.6 Model Penelitian
Tingkat kepuasan konsumen berdasarkan analisis dari kelima dimensi, dimensi kehandalan mempunyai X2 hitung = 226,85, dimensi daya tangkap mempunyai X2 hitung 98, 72, dimensi kepastian X2 hitung = 50,64, dimensi perhatian mempunyai X2 hitung 75,88, dan dimensi bukti wujud dengan X2 hitung = 328,32. Dari analisis yang dilakukan terhadap kualitas pelayanan terlihat baik, ini dapat dilihat dari hasil perhitungan dengan menggunakan Chi Square X2 hitung = 342,885 yang berarti Terima Ha, begitu juga dengan hasil perhitungan dengan menggunakan Skala Likert sama yaitu Terima Ha. Ini berarti konsumen secara umum telah merasa puas dilihat dari tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan yang diberikan dengan melihat 5 dimensi yaitu dimensi kehandalan, daya tangkap, kepastian, perhatian, dan bukti fisik yang ada. Dengan memiliki tingkat kesesuaian lebih dari 90% (95,18%). Sehingga pelayanan yang diberikan secara umum sesuai dengan harapan konsumen.


BAB I PENDAHULUAN
1.1   Latar Belakang
 Sejalan dengan perkembangan transportasi yang ada di Indonesia saat ini, produsen mobil berlomba lomba untuk menciptakan inovasi inovasi untuk mobil yang cocok di Indonesia. Karena adanya tradisi pulang kampong di Indonesia sekarang kendaraan jenis MPV ( Multi Purpose Vehicle ) sangat laku dan sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Toyota pun ikut bersaing dengan produk mereka yaitu Toyota avanza. Selain unggul dengan muat penumpang banyak, Avanza juga dikenal dengan konsumsi bahan bakar yang irit. Selain itu dengan benkel resmi yang tersebar di seluruh Indonesia, perawatan Toyota Avanza relative mudah dan murah. Karena itu disini kita akan menjelaskan mengapa msayarakat Indonesia sangat gemar memilih Toyota Avanza sebagai kendaraan pribadi mereka. Adakah pengaruh kepuasan konsumen terhadap produk dan kinerja dari produsen mobil Toyota
 1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah terdapat pengaruh kualitas pelayanan yang terdiri dari dimensi bukti langsung (tangible), keandalan (reability), daya tangkap (responsiveness), jaminan (assurance), dan empati (emphaty) terhadap tingkat kepuasan konsumen pada produk mobil Toyota Avanza ?
2. Dimensi kualitas pelayanan apa yang paling berpengaruh terhadap kepuasan konsumen pada mobil Toyota Avanza
 1.3 Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh kualitas pelayanan yang terdiri dari dimensi bukti langsung (tangible), keandalan (reability), daya tangkap (responsiveness), jaminan (assurance), dan empati (emphaty) terhadap tingkat kepuasan konsumen pada mobil Toyota Avanza.
2.Untuk mengetahui dimensi kualitas pelayanan apa yang paling berpengaruh terhadap kepuasan konsumen pada mobil Toyota Avanza
1.4 Metode Penelitian
Dalam pembuatan penulisan ini, khususnya untuk memperoleh data dan kesimpulan yang objektif. Dan memenuhi permasalahan yang dibahas, maka penulis melakukan berbagai cara untuk memperoleh data sebagai hasil riset. Namun,Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen terhadap fungsi manajemen pada Toyota yang memasukkan komponen keragaman produk, keputusan tempat atau lokasi, keputusan harga. Apabila yang terjadi lebih kecil dari yang diharapkan maka menunjukkan adanya ketidak puasan konsumen terhadap kinerja Toyota. Dan apabila kenyataan sudah sama dengan harapannya yang menunjukkan adanya kepuasan konsumen akan kinerja Toyota . Serta apabila kenyataannya lebih besar dari signifikansi dari tingakat harapan maka konsumen merasa sangat puas terhadap kinerja Toyota .

BAB II LANDASAN TEORI
 2.1 Teori dasar
Jadi tingkat kepuasan adalah fungsi dari perbedaan kinerja yang dirasakan dengan harapan. Harapan pelanggan dibentuk oleh pengalaman pembeli terdahulu, komentar teman-teman atau kenalannya, serta janji dan informasi pemasar saingannya. Kalau pemasar menaikan harapan pembeli terlalu tinggi, pembeli mungkin kecewa. Di lain pihak, kalau perusahaan menetapkan pembeli terlalu rendah, tidak cukup orang membeli, walaupun yang membeli akan puas. Kepuasan konsumen diciptakan dari tingkat pelayanan yang diberikan produsen kepada konsumen .
 2.2 Penelitian terdahulu
Jurnal 1 Menganalisis kepuasan konsumen terhadap pelayanan konsumen di service centre Toyota Cibubur”
Jurnal 2 Menganalisis kepuasan konsumen terhadap pelayanan konsumen pada service centre Toyota di Bekasi barat
Jurnal 3 Menganalisis kepuasan konsumen terhadap pelayanan konsumen pada service centre Toyota di bekasi timur
BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Objek Penelitian
 Dalam menulis penulisan ilmiah ini penulis mengambil objek tentang pasar swalayan , karena penulis merasa ingin tau seberapa besar tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan yang diberikan oleh swalayan di beberapa daerah. Maka dalam penulisan ini penulis menganalisis hal tersebut dan menjelaskan tingkat kepuasan konsumen.
3.2 Data / Variabel
Data yang digunakan dalam penelitian ini dibagi menjadi dua bagian, antara lain :
a. Data Primer Data yang diperoleh dari perusahaan secara langsung dengan cara observasi dan wawancara langsung dengan pegawai toko dari service centre tersebut tersebut dan penyebaran kuisioner yang diberikan kepada 50 konsumen yang datang service.
b. Data Sekunder Data sekunder didapatkan secara tidak langsung melalui studi pustaka dimana pengambilan data ini dimaksudkan untuk mendapatkan data-data yang mendukung penulisan ini yang tidak diperoleh dari perusahaan.
3.3 Metode Pengumpulan Data / Variabel
Penulis menggunakan tiga cara pengumpulan data yang dibutuhkan untuk penulisan ini :
a.Observasi yaitu mengadakan secara langsung aktivitas kegiatan perusahaan.
 b.Wawancara yaitu dengan cara mendatangkan dan mewawancarai langsung pihak perusahaan yang bersangkutan. c.Kuisioner yaitu data yang didapat berdasarkan dari sebaran daftar pertanyaan yang diberikan kepada 50 responden, yaitu para konsumen yang melakukan service
3.4 Hipotesis
Ho : Konsumen merasa tidak puas terhadap pelayanan yang diberikan supermarket.
Ha : Konsumen merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan supermarket.
3.5 Alat Analisis
Yang Digunakan Adapun cara yang penulis gunakan untuk menganalsis data yaitu dengan menggunakan Skala Likert dan Metode Chi Square.

3.6 Model Penelitian
Tingkat kepuasan konsumen berdasarkan analisis dari kelima dimensi, dimensi kehandalan mempunyai X2 hitung = 226,85, dimensi daya tangkap mempunyai X2 hitung 98, 72, dimensi kepastian X2 hitung = 50,64, dimensi perhatian mempunyai X2 hitung 75,88, dan dimensi bukti wujud dengan X2 hitung = 328,32. Dari analisis yang dilakukan terhadap kualitas pelayanan terlihat baik, ini dapat dilihat dari hasil perhitungan dengan menggunakan Chi Square X2 hitung = 342,885 yang berarti Terima Ha, begitu juga dengan hasil perhitungan dengan menggunakan Skala Likert sama yaitu Terima Ha. Ini berarti konsumen secara umum telah merasa puas dilihat dari tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan yang diberikan dengan melihat 5 dimensi yaitu dimensi kehandalan, daya tangkap, kepastian, perhatian, dan bukti fisik yang ada. Dengan memiliki tingkat kesesuaian lebih dari 90% (95,18%). Sehingga pelayanan yang diberikan secara umum sesuai dengan harapan konsumen.


BAB I PENDAHULUAN
1.1   Latar Belakang
 Sejalan dengan perkembangan transportasi yang ada di Indonesia saat ini, produsen mobil berlomba lomba untuk menciptakan inovasi inovasi untuk mobil yang cocok di Indonesia. Karena adanya tradisi pulang kampong di Indonesia sekarang kendaraan jenis MPV ( Multi Purpose Vehicle ) sangat laku dan sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Toyota pun ikut bersaing dengan produk mereka yaitu Toyota avanza. Selain unggul dengan muat penumpang banyak, Avanza juga dikenal dengan konsumsi bahan bakar yang irit. Selain itu dengan benkel resmi yang tersebar di seluruh Indonesia, perawatan Toyota Avanza relative mudah dan murah. Karena itu disini kita akan menjelaskan mengapa msayarakat Indonesia sangat gemar memilih Toyota Avanza sebagai kendaraan pribadi mereka. Adakah pengaruh kepuasan konsumen terhadap produk dan kinerja dari produsen mobil Toyota
 1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah terdapat pengaruh kualitas pelayanan yang terdiri dari dimensi bukti langsung (tangible), keandalan (reability), daya tangkap (responsiveness), jaminan (assurance), dan empati (emphaty) terhadap tingkat kepuasan konsumen pada produk mobil Toyota Avanza ?
2. Dimensi kualitas pelayanan apa yang paling berpengaruh terhadap kepuasan konsumen pada mobil Toyota Avanza
 1.3 Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh kualitas pelayanan yang terdiri dari dimensi bukti langsung (tangible), keandalan (reability), daya tangkap (responsiveness), jaminan (assurance), dan empati (emphaty) terhadap tingkat kepuasan konsumen pada mobil Toyota Avanza.
2.Untuk mengetahui dimensi kualitas pelayanan apa yang paling berpengaruh terhadap kepuasan konsumen pada mobil Toyota Avanza
1.4 Metode Penelitian
Dalam pembuatan penulisan ini, khususnya untuk memperoleh data dan kesimpulan yang objektif. Dan memenuhi permasalahan yang dibahas, maka penulis melakukan berbagai cara untuk memperoleh data sebagai hasil riset. Namun,Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen terhadap fungsi manajemen pada Toyota yang memasukkan komponen keragaman produk, keputusan tempat atau lokasi, keputusan harga. Apabila yang terjadi lebih kecil dari yang diharapkan maka menunjukkan adanya ketidak puasan konsumen terhadap kinerja Toyota. Dan apabila kenyataan sudah sama dengan harapannya yang menunjukkan adanya kepuasan konsumen akan kinerja Toyota . Serta apabila kenyataannya lebih besar dari signifikansi dari tingakat harapan maka konsumen merasa sangat puas terhadap kinerja Toyota .

BAB II LANDASAN TEORI
 2.1 Teori dasar
Jadi tingkat kepuasan adalah fungsi dari perbedaan kinerja yang dirasakan dengan harapan. Harapan pelanggan dibentuk oleh pengalaman pembeli terdahulu, komentar teman-teman atau kenalannya, serta janji dan informasi pemasar saingannya. Kalau pemasar menaikan harapan pembeli terlalu tinggi, pembeli mungkin kecewa. Di lain pihak, kalau perusahaan menetapkan pembeli terlalu rendah, tidak cukup orang membeli, walaupun yang membeli akan puas. Kepuasan konsumen diciptakan dari tingkat pelayanan yang diberikan produsen kepada konsumen .
 2.2 Penelitian terdahulu
Jurnal 1 Menganalisis kepuasan konsumen terhadap pelayanan konsumen di service centre Toyota Cibubur”
Jurnal 2 Menganalisis kepuasan konsumen terhadap pelayanan konsumen pada service centre Toyota di Bekasi barat
Jurnal 3 Menganalisis kepuasan konsumen terhadap pelayanan konsumen pada service centre Toyota di bekasi timur
BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Objek Penelitian
 Dalam menulis penulisan ilmiah ini penulis mengambil objek tentang pasar swalayan , karena penulis merasa ingin tau seberapa besar tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan yang diberikan oleh swalayan di beberapa daerah. Maka dalam penulisan ini penulis menganalisis hal tersebut dan menjelaskan tingkat kepuasan konsumen.
3.2 Data / Variabel
Data yang digunakan dalam penelitian ini dibagi menjadi dua bagian, antara lain :
a. Data Primer Data yang diperoleh dari perusahaan secara langsung dengan cara observasi dan wawancara langsung dengan pegawai toko dari service centre tersebut tersebut dan penyebaran kuisioner yang diberikan kepada 50 konsumen yang datang service.
b. Data Sekunder Data sekunder didapatkan secara tidak langsung melalui studi pustaka dimana pengambilan data ini dimaksudkan untuk mendapatkan data-data yang mendukung penulisan ini yang tidak diperoleh dari perusahaan.
3.3 Metode Pengumpulan Data / Variabel
Penulis menggunakan tiga cara pengumpulan data yang dibutuhkan untuk penulisan ini :
a.Observasi yaitu mengadakan secara langsung aktivitas kegiatan perusahaan.
 b.Wawancara yaitu dengan cara mendatangkan dan mewawancarai langsung pihak perusahaan yang bersangkutan. c.Kuisioner yaitu data yang didapat berdasarkan dari sebaran daftar pertanyaan yang diberikan kepada 50 responden, yaitu para konsumen yang melakukan service
3.4 Hipotesis
Ho : Konsumen merasa tidak puas terhadap pelayanan yang diberikan supermarket.
Ha : Konsumen merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan supermarket.
3.5 Alat Analisis
Yang Digunakan Adapun cara yang penulis gunakan untuk menganalsis data yaitu dengan menggunakan Skala Likert dan Metode Chi Square.

3.6 Model Penelitian
Tingkat kepuasan konsumen berdasarkan analisis dari kelima dimensi, dimensi kehandalan mempunyai X2 hitung = 226,85, dimensi daya tangkap mempunyai X2 hitung 98, 72, dimensi kepastian X2 hitung = 50,64, dimensi perhatian mempunyai X2 hitung 75,88, dan dimensi bukti wujud dengan X2 hitung = 328,32. Dari analisis yang dilakukan terhadap kualitas pelayanan terlihat baik, ini dapat dilihat dari hasil perhitungan dengan menggunakan Chi Square X2 hitung = 342,885 yang berarti Terima Ha, begitu juga dengan hasil perhitungan dengan menggunakan Skala Likert sama yaitu Terima Ha. Ini berarti konsumen secara umum telah merasa puas dilihat dari tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan yang diberikan dengan melihat 5 dimensi yaitu dimensi kehandalan, daya tangkap, kepastian, perhatian, dan bukti fisik yang ada. Dengan memiliki tingkat kesesuaian lebih dari 90% (95,18%). Sehingga pelayanan yang diberikan secara umum sesuai dengan harapan konsumen.

LAPORAN

1. Pengertian Laporan

Suatu bentuk penyampaian berita,keterangan,pemberitahuan ataupun pertanggungjawaban baik secara lisan maupun secara tertulis dari bawahan kepada atasan sesuai dengan hubungan wewenang dan tanggung jawab yang ada diantara mereka.Salah satu cara pelaksanaan komunikasi dari pihak yang satu kepada pihak yang lainnya.
Dan juga Merupakan sajian tertulis dari hasil kegiatan atau penelitian yang telah dilakukan atau bisa dikatakan sebagai pertanggungjawaban dari kegiatan atau penelitian.
Jika disusun dalam kaitannya dengan persyaratan akademik, maka bentuk laporannya dapat berupa skripsi, tesis atau disertasi.

2. Fungsi Laporan

Fungsi laporan diantaranya adalah sebagai berikut:
- pertanggungjawaban bagi orang yang diberi tugas
- landasan pimpinan dalam mengambil kebijakan/keputusan
- alat untuk melakukan pengawasan
- dokumen sebagai bahan studi dan pengalaman bagi orang lain.

3. Macam-macam Laporan

Macam-macam laporan menurut bentuknya:
- laporan berbentuk formulir
- laporan berbentuk surat
- laporan berbentuk memorandum (memo)
- laporan berbentuk naskah
- laporan berbentuk buku, biasanya laporan penelitian

4. Tujuan Laporan

Laporan adalah satu bentuk penyataan yang logikal dan tersusun. Ianya mengandungi bahagian-bahagian, tajuk-tajuk dan subtajuk-subtajuk. Sebab-sebab laporan ditulis;
• Mengenal pasti masalah
• Memberikan maklumat dan fakta
• Mencadangkan penyelesaian
• Mencadangkan tindakan yang perlu dilakukan
• Membuat kesimpulan
• Menilai sesuatu penyelidikan atau aktiviti
• Membuat rekod sesuatu peristiwa
• Menganalisi aktiviti perniagaan
• Mensintesis sesuatu pelan tindakan
• Menghuraikan sesuatu peristiwa, prosedur, tindakan dll.

5.Dasar – dasar membuat Laporan
a. Clear
Kejelasan suatu laporan diperlukan baik kejelasan dalam pemakaian bahasa, istilah, maupun kata-kata harus yang mudah dicerna, dipahami dan dimengerti bagi si pembaca.
b. Mengenai sasaran permasalahannya
Caranya dengan jalan menghindarkan pemakaian kata-kata yang membingungkan atau tidak muluk-muluk, demikian juga hal dalam penyusunan kata-kata maupun kalimat harus jelasm singkat jangan sampai melantur kemana-mana dan bertele-tele yang membuat si pembaca laporan semakin bingung dan tidak mengerti.
c. Lengkap (complete)
Kelengkapan tersebut menyangkut :
#. Permasalahan yang dibahas harus sudah terselesaikan semua sehingga tidak menimbulkan tanda tanya
#. Pembahasan urutan permasalahan harus sesuai dengan prioritas penting tidaknya permasalahan diselesaikan
d. Tepat waktu dan cermat
Tepat waktu sangat diperlukan dalam penyampaian laporan kepada pihak-pihak yang membutuhkan karena pihak yang membutuhkan laporan untuk menghadapi masalah-masalah yang bersifat mendadak membutuhkan pembuatan laporan yang bisa diusahakan secepat-cepatnya dibuat dan disampaikan.
e. Tetap (consistent)
Laporan yang didukung data-data yang bersifat tetap dalam arti selalu akurat dan tidak berubah-ubah sesuai dengan perubahan waktu dan keadaan akan membuat suatu laporan lebih dapat dipercaya dan diterima.
f. Objective dan Factual
Pembuatan laporan harus berdasarkan fakta-fakta yang bisa dibuktikan kebenarannya maupun dibuat secara obyektif.
g. Harus ada proses timbal balik
a. Laporan yang baik harus bisa dipahami dan dimengerti sehingga menimbulkan gairah dan minat si pembaca
b. Jika si pembaca memberikan respon berarti menunjukkan adanya proses timbal balik yang bisa memanfaatkan secara pemberi laporan maupun si pembaca laporan

6. Sistematika Laporan

Laporan lengkap yang lengkap, harus dapat menjawab semua pertanyaan mengenai : apa ( what ), mengapa ( why ), siapa ( Who ), dimana ( where ), kapan ( when ), bagaimana ( how ).
Urutan isi laporan sebaiknya diatur, sehingga penerima laporan dapat mudah memahami. Urutan isi laporan antara lain sebagai berikut :
1. Pendahuluan
Pada pendahuluan disebutkan tentang :
            1) Latar belakang kegiatan.
            2) Dasar hukum kegiatan.
            3) Apa maksud dan tujuan kegiatan.
            4) Ruang lingkup isi laporan.

2. Isi Laporan
Pada bagian ini dimuat segala sesuatu yang ingin dilaporkan antara lain :
            1) Jenis kegiatan.
            2) Tempat dan waktu kegiatan.
            3) Petugas kegiatan.
            4) Persiapan dan rencana kegiatan.
            5) Peserta kegiatan.
            6) Pelaksanaan kegiatan (menurut bidangnya, urutan waktu pelaksanaan, urutan    fakta /  datanya).
            7) Kesulitan dan hambatan.
            8) Hasil kegiatan.
            9) Kesimpulan dan saran penyempurnaan kegiatan yang akan datang.

3. Penutup
Pada kegiatan ini ditulis ucapan terima kasih kepada yang telah membantu penyelenggaraan kegiatan itu, dan permintaan maaf bila ada kekurangan-kekurangan. Juga dengan maksud apa laporan itu dibuat.
Daftar Pustaka
Lampiran-Lampiran
Contoh Laporan Sederhana:
(Nama Lembaga Penyelenggara)
Laporan Hasil Seminar
(Judul Seminar)
I . Pendahuluan
            a. Latar belakang seminar
            b. Tujuan seminar
            c. Hari/tanggal dan tempat seminar
II . Pelaksanaan Seminar
            a. Pembicara
            b. Moderator
            c. Notulis
            d. Peserta
III . Hasil Seminar (deskripsikan)
IV . Kesimpulan Seminar
V. Lampiran
            a. Susunan Panitia
            b. Makalah
            c. Daftar hadir

Mengetahui Tempat, tanggal bulan tahun Pembicara, Notulis
`

Sabtu, 06 April 2013

PENULISAN ILMIAH TENTANG TEORI Z-SCORE


1.1  Latar  Belakang
       Perusahaan merupakan suatu badan yang didirikan oleh perorangan atau lembaga yang salah satu tujuannya adalah untuk memaksimalkan keuntungan. Dengan berkembangnya teknologi dan ekonomi Indonesia dewasa ini maka banyak perusahaan yang bersaing dengan ketat untuk dapat mempertahankan kelangsungan usahanya. Persaingan yang semakin ketat ini menuntut perusahaan untuk selalu memperkuat fundamental manajemen sehingga akan mampu bersaing dengan perusahaan lain. Ketidakmampuan perusahaan untuk mengantisipasi perkembangan ekonomi global ini maka akan mengakibatkan berkurangnya atau menurunnya kegiatan usaha perusahaan yang pada akhirnya akan mengakibatkan kebangkrutan atau kepailitan pada perusahaan tersebut.
Agar kelangsungan usaha tetap terjaga, para pengelola perusahaan akan menjalankan kegiatan operasional dengan sebaik-baiknya dan berusaha meminimalkan gangguan-gangguan yang ada atau yang akan muncul.
Pencapaian tujuan tersebut tidak dapat dipisahkan dari pihak manajemen untuk mengefektifkan sumber daya yang dimiliki perusahaan sehingga dapat menghasilkan keuntungan yang diharapkan. Untuk menilai seberapa efektif pengelolah perusahaan, dapat dinilai dari kinerja perusahaan salah satunya adalah kinerja keuangan yang dapat diketahui dengan melaksanakan analisis terhadap laporan keuangan perusahaan. Dengan analisis tersebut akan diketahui hasil-hasil kinerja yang telah dicapai di waktu lalu dan waktu yang sedang berjalan, sehingga dapat diketahui kelemahan-kelemahan dari perusahaan serta hasil-hasil yang dianggap cukup baik. Hal ini sangat membantu pihak manajemen untuk menetapkan kebijakan yang akan datang, karena dengan diketahui kelemahan yang dimiliki, diusahakan agar dalam penyusunan rencana untuk tahun-tahun mendatang kelemahan tersebut dapat diperbaiki sedang hasil-hasil positif yang telah dicapai dapat terus dipertahankan.
Krisis moneter yang melanda Indonesia, yakni terpuruknya kegiatan ekonomi karena semakin banyak perusahaan yang bangkrut dan tutup, perbankan yang dilikuidasi, dan meningkatnya jumlah tenaga kerja yang menganggur. Dengan adanya kondisi tersebut, kinerja keuangan perusahaan-perusahaan yang go public di BEI, kemungkinan juga mengalami goncangan. Likuidasinya menjadi terganggu disebabkan oleh tertundanya daya beli masyarakat, solvabilitas perusahaan menjadi menurun disebabkan besarnya utang dalam bentuk U$ dollar, ketika dikonversikan kedalam nilai rupiah dan akhirnya akan berujung pada profitabilitas perusahaan.
Sejak krisis ekonomi terjadi banyak perusahaan mengalami kesulitan keuangan (financial distress), di mana hal itu bila tidak ditangani secara serius akan mengakibatkan kebangkrutan, salah satu kelompok perusahaan yang mengalami dampak krisis adalah perusahaan Property.
Kebangkrutan atau kepailitan biasanya diartikan sebagai kegagalan perusahaan dalam menjalankan operasi perusahaan untuk menghasilkan laba sesuai dengan tujuan utamanya yaitu memaksimalkan laba. Menurut UU RI No.4 Tahun 1998 tidak dijelaskan apa yang dimaksud kepailitan tetapi hanya menyebutkan bahwa debitur yang mempunyai dua atau lebih kreditur dan tidak membayar sedikitnya satu utang yang telah jatuh waktu dan dapat ditagih, dinyatakan pailit dengan putusan pengadilan baik atas permohonannya sendiri maupun atas permintaan seseorang atau lebih krediturnya. Untuk dapat mengenali tanda-tanda kebangkrutan suatu perusahaan bisa dilihat dari laporan keuangan.
Analisa laporan keuangan merupakan alat yang penting untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan serta hasil-hasil yang dicapai sehubungan dengan pemilihan strategi perusahaan yang telah dilaksanakan. Model yang sering digunakan dalam melakukan analisis tersebut adalah model analisis rasio. Analisis rasio merupakan analisis yang sering digunakan dalam menilai kinerja keuangan perusahaan, salah satu sumber utamanya adalah dengan melihat laporan keuangan perusahaan yaitu neraca dan laporan laba rugi. Untuk mengatasi kekurangan dari analisis rasio dapat dipergunakan alat analisis yang menghubungkan beberapa rasio sekaligus untuk menilai kondisi keuangan perusahaan. Analisis ini dikenal dengan nama analisis Z-Score.
Z-score pertama kali diperkenalkan oleh Edward Altman yang dikembangkan untuk menentukan kecenderungan kebangkrutan perusahaan dan dapat juga digunakan sebagai ukuran dari keseluruhan kinerja keuangan. Dalam penelitian tersebut, ia menemukan lima rasio yang dapat dikombinasikan dalam suatu rumus matematis yang akurat dalam memprediksi kebangkrutan perusahaan. Hal yang menarik tentang Z-score adalah keandalanya sebagai alat analisis tanpa memperhatikan bagaimana ukuran perusahaan. Meskipun seandainya perusahaan sangat makmur, bila Z-score menunjukkan nilai yang kurang baik, maka perusahaan harus berhati-hati. Bila perusahaan memiliki kinerja keuangan yang sehat berarti perusahaan dapat berkembang baik dan bila perusahaan dalam keadaan tidak sehat maka perlu diwaspadai karena berisiko tinggi menuju kebangkrutan.
Prediksi kebangkrutan berfungsi untuk memberikan panduan bagi pihak yang berkepentingan tentang kinerja keuangan perusahaan apakah akan mengalami kesulitan atau tidak dimasa yang akan datang. Bagi pemilik perusahaan dapat digunakan untuk memutuskan apakah ia akan tetap mempertahankan kepemilikannya di perusahaan tersebut atau menjualnya dan kemudian menanamkan modalnya di tempat lain. Sedangkan bagi pihak yang berada di luar perusahaan khususnya para investor untuk menilai kondisi keuangan dan hasil operasi perusahaan saat ini dan dimasa lalu serta sebagai pedoman mengenai kinerja perusahaan dimana perusahaan tersebut apakah akan berpotensi untuk bangkrut atau tidak.
Potensi kebangkrutan diprediksi dengan melakukan perhitungan Z-Score yaitu skor yang menunjukkan tingkat kemungkinan kebangkrutan perusahaan, tetapi kebangkrutan tersebut belum pasti terjadi, karena perusahaan masih berdiri dan beroperasi sehingga pimpinan perusahaan masih dapat melakukan kebijakan untuk memperbaiki posisi keuangan perusahaan.

Berdasarkan uraian di atas maka dalam melakukan penilaian terhadap resiko kebangkrutan perusahaan dengan menggunakan metode diskriminan (Z-Score), sehingga akan diketahui suatu informasi yang sangat berharga bagi pihak-pihak yang berkepentingan. Oleh karena itu bertitik tolak dari hal tersebut maka penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul “ANALISIS PENERAPAN PREDIKSI KEBANGKRUTAN DENGAN METODE ALTMAN Z-SCORE PADA PT. DUTA PERTIWI, Tbk PERIODE 2005-2011”.
1.2  Rumusan dan Batasan Masalah
1.2.1        Rumusan Masalah
Adapun masalah yang ingin diketahui dari penulisan ini adalah bagaimanakah prediksi kebangkrutan pada PT. Duta Pertiwi, Tbk dengan metode Altman Z-Score periode 2005-2011 ?

1.2.2        Batasan Masalah
Berdasarkan rumusan masalah di atas, penulis membatasi masalah hanya pada perhitungan kelima rasio Z-Score untuk mengetahui prediksi kebangkrutan perusahaan pada periode 2005-2011 dalam neraca dan laporan laba rugi dengan menggunakan perhitungan Altman Z-Score pada PT Duta Pertiwi, Tbk  yang bertempat di Jl. Arteri Mangga Dua Gedung JITC Lt. 7-8, Telp. (021) 6019788, Jakarta 14430, Indonesia.

1.3    Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian dalam penulisan ilmiah ini adalah :
1.      Untuk mengetahui prediksi kebangkrutan pada PT. Duta Pertiwi, Tbk dengan metode Altman Z-Score periode 2005-2011




1.4    Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian ini adalah :
1.      Manfaat Akademis
Agar penulis pada khususnya dan lingkungan akademis pada umumnya dapat memperoleh pemahaman mendalam mengenai analisis kebangkrutan suatu perusahaan dan penerapan model Altman Z-Score.
2.      Manfaat Praktis
Dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan masukan bagi manajemen perusahaan agar dapat mengambil langkah dan keputusan yang tepat guna melakukan persiapan dan perbaikan demi kemajuan perusahaan tersebut serta memberikan gambaran dan harapan yang mantap terhadap nilai masa depan perusahaan. Sedangkan bagi investor,penelitian ini dapat digunakan dalam mengambil keputusan investasi.
3.      Manfaat Penulis
Agar penulis dapat mengetahui pemahaman tentang analisa potensi kebangkrutan suatu perusahaan dengan menggunakan metode altman Z-score.

1.5     Metode Penelitian
1.5.1        Objek Penelitian
 Pada penulisan ilmiah ini yang menjadi objek penelitian adalah PT Duta Pertiwi, Tbk yang bertempat di Jl. Arteri Mangga Dua Gedung JITC Lt. 7-8, Telp. (021) 6019788, Jakarta 14430, Indonesia.
1.5.2        Data / Variabel
 Untuk menilai potensi kebangkrutan dengan metode Altman Z-score, penulis menggunakan data laporan keuangan berupa neraca dan laporan laba rugi serta nilai harga pasar per lembar saham PT Duta Pertiwi, Tbk periode 2005-2011.

1.5.3        Metode Pengumpulan Data
 Untuk memperoleh data dalam penulisan ini, penulis menggunakan metode sebagai berikut :
1.      Metode Studi Pustaka
Memahami dan mendalami materi serta teori yang berhubungan dengan pembahasan analisis potensi kebangkrutan dan model Altman untuk mencari teori-teori serta konsep-konsep yang dapat dijadikan landasan teori dalam mendukung penulisan ilmiah ini.
2.      Metode Studi Lapangan
Berupa data sekunder  yaitu laporan keuangan (neraca dan laporan laba rugi) PT Duta Pertiwi, Tbk serta nilai harga pasar per lembar saham periode  2005 - 2011  yang diperoleh melalui Internet.

1.5.4        Alat analisis yang digunakan
1.      Analisis Deskriprif
Analisis yang dilakukan adalah analisis deskriptif, karena  penulis menggunakan tabel  dan grafik untuk memperjelas pembahasan pada penelitian ilmiah ini.
2.      Analisis Kuantitatif
Pada penelitian ini, penulis menggunakan analisis kuantitatif berupa rumus analisis z-score untuk perusahaan non manufaktur go public dengan menggunakan bantuan software berupa microsoft excel untuk menghasilkan perhitungan rasio yang baik dan akurat.
Dengan formula :

Rounded Rectangle: Z = 6,56 X1 + 3,26 X2 + 6,72 X3+ 1,05 X4
 




Keterangan :
Z       :Overall Indeks (indeks keseluruhan)
X1    :Working Capital to Total Assets (Modal Kerja / Total Aktiva)
X2    :Retained Earning to Total Assets (Laba yang Ditahan / Total Aktiva)
X3    :Earning Before Interest and Taxes to Total Assets (Laba Sebelum Bunga dan Pajak / Total Aktiva)
X4    :Book Value of Equity to Book Value of Liabilities (Nilai Modal Sendiri / Nilai Buku Hutang)

1.6  Sistematika Penulisan
Dalam menyusun penulisan ilmiah, penulisan menyusun secara sistematis ke dalam lima bab, yaitu :
BAB I Pendahuluan
Dalam bab ini berisi mengenai Latar belakang masalah, Rumusan masalah, Batasan masalah, Tujuan penelitian, Manfaat penelitian, Metode penelitian, Alat analisis yang digunakan.
BAB II Landasan Teori
Dalam bab ini berisi mengenai Kerangka teori, dan Alat analisis.
BAB III Metodologi Penelitian
Dalam bab ini berisi mengenai Objek penelitian, Data/variabel  yang digunakan, Metode pengumpulan data/variabel, Alat analisis yang  digunakan.
BAB IV Pembahasan
Dalam bab ini berisi mengenai Data dari objek penelitian, Hasil penelitian dan analisis / pembahasan, Rangkuman hasil penelitian.
BAB V Penutup
Dalam bab ini berisi mengenai Kesimpulan, dan Saran